Politik

Lokasi ke 2: Godfried Effendi Lubis Dorong Warga Maksimalkan Layanan UHC, Aspirasi Infrastruktur hingga Pendidikan Mengemuka dalam Reses Medan Amplas

×

Lokasi ke 2: Godfried Effendi Lubis Dorong Warga Maksimalkan Layanan UHC, Aspirasi Infrastruktur hingga Pendidikan Mengemuka dalam Reses Medan Amplas

Sebarkan artikel ini

Reses DPRD Kota Medan di Kelurahan Timbang Deli menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah. Berbagai persoalan kesehatan, pelayanan publik, pendidikan, hingga infrastruktur mulai dipetakan untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan di DPRD Kota Medan.

Dalam pelaksanaan Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Drs. Godfried Effendi Lubis selaku Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PSI menerima berbagai masukan dari masyarakat sekaligus menjelaskan program-program pemerintah yang berkaitan dengan kebutuhan warga di Jalan Martoba I Lorong IV, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (26/07/2026). (langgamnews.com/Foto: tim)

Mengawali penjelasannya, ia lebih dulu menyoroti sektor kesehatan yang menurutnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai anggota Badan Anggaran DPRD Kota Medan, Godfried mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk memastikan seluruh warga Kota Medan memperoleh akses pelayanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).

Di hadapan ratusan peserta reses, Godfried menerangkan bahwa program UHC telah berjalan sekitar tiga tahun dan memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Medan untuk memperoleh layanan kesehatan secara gratis di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Program tersebut, kata dia, cukup menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat utama memperoleh pelayanan.

Dalam paparannya, Godfried mengatakan, “Jadi ini ketiga periodinya saya duduk di DPRD Kota Medan. Berkat dukungan Bapak Ibu. Saya hari ini datang ke sini menampung aspirasi sesuai dengan amanat undang-undang. Kami itu reses tiga kali 1 tahun baru sosper sosialisasi Perda sekali sebulan. Berarti saya tatap muka dengan masyarakat itu 15 kali 1 tahun menampung aspirasi.”