Politik

Lokasi ke 2: Godfried Effendi Lubis Dorong Warga Maksimalkan Layanan UHC, Aspirasi Infrastruktur hingga Pendidikan Mengemuka dalam Reses Medan Amplas

×

Lokasi ke 2: Godfried Effendi Lubis Dorong Warga Maksimalkan Layanan UHC, Aspirasi Infrastruktur hingga Pendidikan Mengemuka dalam Reses Medan Amplas

Sebarkan artikel ini

Reses DPRD Kota Medan di Kelurahan Timbang Deli menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah. Berbagai persoalan kesehatan, pelayanan publik, pendidikan, hingga infrastruktur mulai dipetakan untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan di DPRD Kota Medan.

Dalam pelaksanaan Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Drs. Godfried Effendi Lubis selaku Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PSI menerima berbagai masukan dari masyarakat sekaligus menjelaskan program-program pemerintah yang berkaitan dengan kebutuhan warga di Jalan Martoba I Lorong IV, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (26/07/2026). (langgamnews.com/Foto: tim)

Ia menjelaskan berbagai jenis pelatihan tersedia tanpa dipungut biaya, di antaranya operator forklift, teknisi pendingin ruangan (AC), montir sepeda motor, tata rias, salon, hingga keterampilan menjahit.

Menurutnya, seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah dan peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat sehingga memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Ia berharap informasi tersebut dapat diteruskan kepada para remaja dan pencari kerja di lingkungan masing-masing agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan.

Penjelasan Mengenai PKH dan Data Penerima Bantuan

Pada bagian akhir paparannya, Godfried membahas Program Keluarga Harapan (PKH) yang menurutnya masih sering menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Ia menerangkan bahwa penentuan penerima bantuan mengacu pada data kesejahteraan sosial serta proses verifikasi lapangan yang dilakukan petugas Dinas Sosial.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan data administrasi kependudukan telah sesuai dengan kondisi sebenarnya, termasuk status pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kependudukan.