Politik

Lokasi ke 2: Godfried Effendi Lubis Dorong Warga Maksimalkan Layanan UHC, Aspirasi Infrastruktur hingga Pendidikan Mengemuka dalam Reses Medan Amplas

×

Lokasi ke 2: Godfried Effendi Lubis Dorong Warga Maksimalkan Layanan UHC, Aspirasi Infrastruktur hingga Pendidikan Mengemuka dalam Reses Medan Amplas

Sebarkan artikel ini

Reses DPRD Kota Medan di Kelurahan Timbang Deli menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah. Berbagai persoalan kesehatan, pelayanan publik, pendidikan, hingga infrastruktur mulai dipetakan untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan di DPRD Kota Medan.

Dalam pelaksanaan Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Drs. Godfried Effendi Lubis selaku Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PSI menerima berbagai masukan dari masyarakat sekaligus menjelaskan program-program pemerintah yang berkaitan dengan kebutuhan warga di Jalan Martoba I Lorong IV, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (26/07/2026). (langgamnews.com/Foto: tim)

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan penjelasan sebelumnya mengenai manfaat UHC yang disampaikan Godfried dalam forum reses.

Jalan Rusak dan Drainase Tersumbat Picu Banjir di Lingkungan Warga

Masalah banjir dan kerusakan jalan kembali disampaikan warga bernama Rustam Nainggolan. Ia mengeluhkan kondisi Jalan Tita Layang Lingkungan 14 yang mengalami kerusakan serta tidak berfungsinya saluran air akibat tertutup bangunan.

Rustam mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan sekitar 30 kepala keluarga mengalami banjir setiap hujan turun meskipun intensitas hujan tidak terlalu lama.

Dalam penyampaiannya, Rustam Nainggolan mengatakan:

“Nama saya Rustam Nainggolan
Jalan itu dulunya memang dicor, tetapi sekarang sudah coel-coel, Pak. Jalan kaki pun awak sudah bisa terantuk kaki dan juga jalan air atau paret itu sangat tersumbat, Pak. tidak ada jalan air itu untuk keluar karena ditutup ada bangunan orang sana yang boleh saya katakan tanah itu tanah Bapak sigalingging Mandiang pada dulunya itu adalah jalan kebun paret lengkap kiri kanan karena paret itu sudah ditutup sehingga sehingga jalan air tidak bisa dilalui seperti jalan air yang pada umumnya.