Berita Utama

Karhutla 2026 Meluas, Dr. M. Sa’i Rangkuti Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo

×

Karhutla 2026 Meluas, Dr. M. Sa’i Rangkuti Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini

Praktisi hukum meminta penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman, tetapi dilanjutkan dengan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Dr. M. Sa’i Rangkuti, S.H., M.H. mengajak masyarakat menjaga Indonesia sekaligus mendoakan para pemimpin dalam mewujudkan cita-cita bangsa menuju Indonesia Emas 2045 di Medan, Senin (25/8/2026). (langgamnews.com/Foto: Ist)

“Kita tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah besar. Sistem deteksi dini, patroli, kesiapan personel, peralatan pemadaman dan pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran harus diperkuat sejak awal,” katanya.

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Papua Tengah. BNPB melaporkan kebakaran di Kabupaten Nabire berlangsung sejak 18 Juli hingga 23 Agustus 2026 dan meluas di tujuh distrik, dengan luas lahan terdampak sekitar 396 hektare.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman karhutla tidak hanya terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Kesiapan personel, peralatan serta koordinasi penanganan juga dinilai perlu diperhatikan di wilayah lain yang memiliki potensi kebakaran.

“Jangan sampai karena lokasi kebakaran jauh dari pusat pemerintahan kemudian penanganannya menjadi lambat. Setiap warga negara memiliki hak mendapatkan perlindungan dari bencana dan dampak lingkungan,” tegasnya.

Masyarakat Diminta Waspadai Dampak Asap

Selain persoalan pengendalian api dan penegakan hukum, dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Sa’i mengimbau warga di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.

“Saya mengimbau masyarakat di sekitar wilayah yang terdampak asap agar menjaga kesehatan. Gunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, kurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin tebal dan perhatikan kondisi anak-anak serta orang lanjut usia,” ujarnya.