Rencana Berawal dari Warung Internet
Dari rangkaian penyelidikan, polisi menduga aksi tersebut tidak terjadi secara spontan. AP dan GPM disebut telah membicarakan rencana perampokan ketika berada di sebuah warung internet pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Menurut polisi, keduanya saat itu menggunakan sabu. Setelah narkotika yang mereka miliki habis, keduanya disebut kembali membutuhkan uang untuk membeli narkotika tersebut. Kondisi itu diduga menjadi pemicu munculnya rencana untuk mencari korban melalui layanan transportasi daring.
Rencana tersebut dilakukan dengan memesan kendaraan melalui aplikasi. Polisi menyebut kedua tersangka sempat membatalkan pesanan pertama karena pengemudi yang datang dianggap memiliki postur tubuh tegap.
Pesanan berikutnya kemudian diterima oleh korban menggunakan mobil Daihatsu Ayla. AP dan GPM masuk ke kendaraan tersebut dan melanjutkan perjalanan.
Keduanya disebut mengetahui adanya ketidaksesuaian antara foto pengemudi pada aplikasi dengan orang yang berada di balik kemudi. Foto yang tercantum dalam aplikasi ternyata merupakan foto ayah korban.
Meski mengetahui kondisi tersebut, AP dan GPM tetap berada di dalam mobil. Saat perjalanan berlangsung, keduanya kemudian menjalankan skenario dengan meminta korban menghentikan kendaraan dengan alasan hendak buang air kecil.
“Dia mengatakan kepada si GPM ini, kita pesan saja Grab, kemudian nanti kita jerat lehernya dari belakang dengan menggunakan ikat pinggang,” kata Cornelius.












