Ia meminta pemerintah melakukan peninjauan langsung terutama ketika hujan turun, sehingga kondisi sebenarnya dapat terlihat.
Menurutnya, tanpa sistem drainase yang baik, air dapat menggenang dan membawa dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Dalam penyampaian aspirasinya, warga juga meminta adanya penambahan tiang listrik serta lampu penerangan jalan.
Mereka menilai sejumlah titik masih minim penerangan sehingga kondisi lingkungan menjadi gelap saat malam hari.
“Kalau sudah malam, Pak Lubis bagaikan hutanlah karena belum ada lampu jalan. Tiang listrik pun masih dari kayu. Itu sudah ada beberapa mau tumbang,” ujar Joni Sianipar saat menyampaikan aspirasi warga.
Warga Pertanyakan Pelayanan Kesehatan Melalui Program UHC
Persoalan layanan kesehatan juga menjadi perhatian masyarakat dalam sesi dialog tersebut.
Seorang warga bernama Rindita menceritakan pengalamannya ketika mengalami kecelakaan tunggal.
Ia mengatakan, meski pemerintah telah memiliki program UHC yang memberikan akses layanan kesehatan bagi warga ber-KTP Medan, dirinya masih menghadapi kendala ketika membutuhkan pelayanan medis.












