“Saat usulan akhirnya dikabulkan Pemkab Deli Serdang, warga sempat bersyukur. Tapi harapan itu langsung mati saat melihat hasilnya, kerjaan asal-asalan yang akan menimbulkan kekecewaan di belakang hari,” ujar Evadison.
Ia menegaskan masyarakat mendukung pembangunan infrastruktur, namun berharap hasil pekerjaan benar-benar memenuhi standar karena jembatan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat dan kendaraan pengangkut material.
“Kami minta jembatan yang kokoh, kuat, untuk anak cucu. Bukan jembatan kertas yang 1 tahun langsung hancur. Ini vital bagi kami.”
Atas kondisi tersebut, warga meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang segera melakukan inspeksi lapangan guna memastikan proyek dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak dinas mengenai alasan penggunaan metode tersebut maupun hasil pengawasan selama pelaksanaan pekerjaan.
Sebelumnya, pada Sabtu (1/8/2026), warga Desa Baru sempat menghentikan sementara pembangunan pelat beton di ruas Jalan Pancur Batu–Durin Tonggal. Penghentian dilakukan sebagai bentuk protes karena pekerjaan dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat.












