Barang di Lokasi Jadi Bagian Penyelidikan
Setelah menerima laporan, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan bersama Kanit Reskrim IPDA Roy F.D. Rumapea dan Kanit Intel IPDA Andre Siregar mendatangi lokasi.
Penanganan kemudian melibatkan Satreskrim dan Tim Identifikasi (Inafis) Polres Simalungun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah barang, yakni satu tas samping berisi uang dan balsem, satu bilah parang, satu keranjang belanjaan, serta satu botol racun rumput merek Gramoxone. Bekas muntahan juga ditemukan di sekitar posisi korban.
“Jarak antara mulut korban dengan cairan yang ditemukan sekitar 15 sentimeter,” kata AKP Verry Purba.
Barang-barang tersebut menjadi bagian dari penanganan perkara untuk membantu penyidik menelusuri rangkaian kejadian yang menimpa korban.
Pemeriksaan Medis Mengarah pada Dugaan Intoksikasi
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan visum luar dan dalam.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan cairan di dalam lambung korban yang menurut keterangan kepolisian memiliki kemiripan warna dan aroma dengan cairan yang ditemukan di lokasi kejadian. Pemeriksaan juga menemukan kerusakan dan perdarahan pada organ paru-paru.
Polisi menyebut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Pihak rumah sakit turut mengambil sampel cairan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium atau toksikologi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, penyebab kematian diduga kuat akibat mati lemas atau asfiksia yang disebabkan oleh intoksikasi atau keracunan,” ungkap AKP Verry Purba.
Meski demikian, hasil toksikologi masih diperlukan untuk memperkuat kesimpulan mengenai zat yang menyebabkan kematian korban.












