Hukum

Wacana Rp45 Juta Muncul dalam Mediasi, Legalitas Gang di Sei Agul Kini Menunggu BPN

×

Wacana Rp45 Juta Muncul dalam Mediasi, Legalitas Gang di Sei Agul Kini Menunggu BPN

Sebarkan artikel ini

Zulkarnain Parinduri menyatakan tidak mempersoalkan usulan biaya mediasi, sementara Lurah Sei Agul menunggu penjelasan BPN Medan dan instansi teknis mengenai status gang yang disengketakan

Zulkarnain Parinduri didampingi kuasa hukum DR. M. Sai Rangkuti, SH, MH bersama anggota tim saat memberikan keterangan terkait persoalan batas tanah dan gang di kawasan Sei Agul, Medan. (4/9/2026). (langgamnews.com/Foto: Ist)

MEDAN, langgamnews.com — Persoalan batas tanah dan keberadaan gang di kawasan Jalan Suka Dame/Karya Dame, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Medan, kini masih menunggu penjelasan dari instansi berwenang. Sengketa tersebut turut memunculkan wacana anggaran Rp45 juta dalam proses mediasi antara Zulkarnain Parinduri, pemilik bangunan tiga pintu rumah di lokasi tersebut, dengan pihak keluarga Dalil Maha.

Zulkarnain mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan apabila angka Rp45 juta tersebut menjadi bagian dari pembicaraan dalam mediasi. Namun, ia menegaskan bahwa wacana tersebut bukan berasal dari Lurah Sei Agul Adhe Kurniawan maupun merupakan arahan dari pihak kelurahan.

Keterangan itu disampaikan Zulkarnain saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Selasa (8/9/2026), didampingi kuasa hukumnya, DR. M. Sai Rangkuti, SH, MH, bersama tim yang terdiri dari Rizky Fatimantara Pulungan, S.H ll, Muhammad Ilham, S.H, MH, Muhammad Rafi Makarim, S.H, Muhammad Fahmi Hasibuan, SH, dan Nirmala Indraloka, SH.

Menurut Zulkarnain, pembicaraan mengenai angka tersebut muncul ketika dirinya meminta penjelasan kepada kepala lingkungan terkait tujuan dilaksanakannya mediasi dengan keluarga Dalil Maha. Dari komunikasi tersebut, muncul penyampaian mengenai permintaan yang dikaitkan dengan persoalan tanah dan gang di sisi bangunannya.

“Itukan penyampaian Pak Maha dan perwakilannya lewat kepala lingkungan dengan dasar alasan, gang yang berada disisi rumah saya (kini didepan rumah, red) adalah tanahnya. Silahkan saja Pak Maha berargumen, tapi tolonglah tunjukkan bukti dan dokumen otentik kepemilikan tanah. Dan tentunya terserah kepada saya juga untuk menyanggupi ataupun tidak menyanggupinya”, sebut Zulkarnain.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain juga memperlihatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang disebutnya diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan. Ia menunjukkan bagian dokumen yang mencantumkan gang sebagai salah satu batas tanah.

Ia kembali menegaskan bahwa angka Rp45 juta bukan merupakan instruksi maupun permintaan yang disampaikan Lurah Sei Agul. Menurut dia, angka tersebut muncul dalam percakapan antara dirinya dengan pihak yang mewakili keluarga Dalil Maha melalui kepala lingkungan.

“Pastinya wacana Rp.45 juta itu, adalah perbincangan antara saya dengan yang mewakili Dalil Maha lewat Kepala Lingkungan, jadi tidak ada arahan, hubungan, keterkaitan, apalagi perintah dari Lurah Sei Agul Adhe Kurniawan”, sebut Zulkarnain Parinduri.