Menindaklanjuti laporan itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pos SAR Medan menurunkan tim gabungan bersama unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Tim SAR menggunakan perahu LCR, rope rescue, dan peralatan keselamatan lainnya untuk menyisir sungai. Metode pencarian mencakup penyisiran permukaan, pengamatan visual dari darat, dan pemanfaatan alat sonar bawah air.
“Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan, pencarian visual dari darat, dan alat pendeteksi sonar di bawah air,” katanya.
Setelah ditemukan, jenazah dievakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga. Hery menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan kondisi darurat di wilayah perairan.
“Operasi SAR gabungan ini merupakan wujud kerja sama semua pihak untuk memberikan layanan profesional, modern dan teruji saat menghadapi insiden darurat di wilayah perairan. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ucapnya.
Hery juga mengingatkan warga untuk selalu waspada ketika beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.












