Berita Utama

Godfried Lubis Disorot Usai Sosperda Penanggulangan Kemiskinan di Medan Denai, Warga Keluhkan Banjir, Lampu Jalan Mati hingga Sulit Akses Bantuan

×

Godfried Lubis Disorot Usai Sosperda Penanggulangan Kemiskinan di Medan Denai, Warga Keluhkan Banjir, Lampu Jalan Mati hingga Sulit Akses Bantuan

Sebarkan artikel ini

Sosperda Perda Nomor 5 Tahun 2015 di Menteng 7 Berubah Dinamis, Warga Sampaikan Beragam Persoalan Publik Mulai Drainase, Keamanan, Data Bansos, hingga Modal UMKM, OPD Pemko Medan Diminta Segera Bertindak

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PSI, Godfried Effendi Lubis memberikan pemaparan saat Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Lapangan Jalan Menteng 7 Gang Nasional, Lingkungan 4, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai kota Medan (19/7/2026). (langgamnews.com/Foto: Ist).

Dinas PU Akan Survei Drainase

Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan akan melakukan survei terlebih dahulu terhadap kondisi drainase yang dikeluhkan warga.

Menurutnya, normalisasi saluran membutuhkan akses yang memadai sehingga kemungkinan terdapat pembongkaran sementara pada beberapa bagian yang menghalangi proses pengerjaan.

Dinas PU menyatakan tidak menutup kemungkinan pekerjaan tersebut dapat direalisasikan setelah hasil survei lapangan selesai dilakukan.

Dinas Sosial Jelaskan Mekanisme Data Bantuan

Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial menjelaskan bahwa penentuan kelayakan penerima bantuan sosial dilakukan melalui sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang terintegrasi dengan berbagai instansi, seperti Dukcapil, BPJS, Samsat, PLN hingga Badan Kepegawaian Negara.

Masyarakat yang merasa memenuhi syarat namun belum menerima bantuan diminta melakukan pembaruan data melalui kepala lingkungan, pendamping PKH maupun pihak kelurahan agar dapat diverifikasi kembali.

Godfried Nilai Sosialisasi Masih Sangat Dibutuhkan

Usai kegiatan, Godfried mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan.

“Ternyata sudah hampir 1 tahun kita sosialisasi kan melalui perda 2015 ini masih banyak masyarakat yang kurang paham karena menyangkut kegiatan ekonomi, sosial dan kesehatan. pendidikan.”

Ia menilai sosialisasi perlu terus dilakukan agar masyarakat mengetahui hak serta program yang tersedia, termasuk Program PKH Medan Makmur dan layanan Universal Health Coverage (UHC).

“Masih banyak hampir 90% masyarakat belum mengetahui ini. Begitu juga pengayu UHVC masih banyak. Jadi perlu sosialisasi lebih mendalam kita dapat pemban ke depan.”

Menurut Godfried, kolaborasi antara DPRD dan pemerintah hingga tingkat kelurahan menjadi kunci agar informasi program pemerintah dapat tersampaikan secara optimal kepada masyarakat.

Setelah kegiatan berakhir, seluruh peserta menerima suvenir dari Godfried Lubis sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam mengikuti Sosperda.