LANGKAT, langgamnews.com – Kabupaten Langkat memperoleh alokasi anggaran infrastruktur sebesar Rp64,2 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Tahun Anggaran 2026. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan provinsi, membangun jembatan baru, serta memasang bronjong di beberapa lokasi yang memerlukan penguatan infrastruktur.
Rencana pembangunan itu disampaikan Pimpinan DPRD Sumatera Utara, Ricky Anthony, saat melakukan kunjungan kerja ke Daerah Pemilihan (Dapil) 12 bersama sepuluh anggota DPRD Sumut lainnya pada Selasa (7/7/2026). Menurutnya, program tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan kualitas jalan dan infrastruktur di Kabupaten Langkat.
“Alhamdulillah, untuk anggaran pada tahun ini ada beberapa titik jalan yang akan diperbaiki dengan sumber dana dari APBD Provinsi Sumatera Utara,” ujar politisi dari Partai NasDem tersebut.
Ia memaparkan, salah satu proyek yang akan dilaksanakan adalah perbaikan ruas jalan provinsi Kuala–Simpang Marike sepanjang tiga kilometer dengan dukungan anggaran sebesar Rp18 miliar.
Selain itu, ruas jalan Tanjung Selamat–Simpang 3 Namu Unggas sepanjang dua kilometer juga akan ditangani melalui anggaran Rp12 miliar. Sementara itu, ruas Simpang Marike–Timbang Lawang sepanjang 5,7 kilometer memperoleh alokasi dana terbesar, yakni Rp34,2 miliar.
Program pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kondisi jalan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur penunjang yang diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Selain jalan, Pemprov Sumut yang dipimpin Gubenur Bobby Nasution, juga akan membangun jembatan dan pemasangan bronjong di Kabupaten Langkat di tahun 2026 ini,” kata Ricky.
Ricky menjelaskan, pembangunan jembatan baru akan dilakukan di ruas Simpang 3 Namu Unggas–Tangkahan dengan panjang sekitar 15 meter. Proyek tersebut didukung anggaran sebesar Rp2,5 miliar.
Selanjutnya, pemasangan bronjong akan dilaksanakan pada empat titik di ruas Kuala–Simpang Marike dengan anggaran Rp3 miliar. Keberadaan bronjong diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan badan jalan sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat kondisi alam.
Menurut Ricky, kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Langkat masih cukup besar. Oleh karena itu, pihaknya akan terus memperjuangkan tambahan anggaran agar semakin banyak ruas jalan provinsi yang dapat ditingkatkan kualitasnya pada periode berikutnya.
“Insya Allah akhir tahun kita usulkan lagi untuk ditambah. Hal ini merespon suara masyarakat Langkat agar Pemerintah Sumut melakukan perbaikan jalan yang berstatus jalan provinsi di Negeri Bertuah ini,” tandas wakil rakyat itu.
Realisasi program pembangunan tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan Kabupaten Langkat.












