Sumatera Utara

Sampah dan Banjir Jadi Sorotan di Medan, Fauzi Dorong Warga Ubah Limbah Jadi Rupiah

×

Sampah dan Banjir Jadi Sorotan di Medan, Fauzi Dorong Warga Ubah Limbah Jadi Rupiah

Sebarkan artikel ini

Sosialisasi Perda Pengelolaan Persampahan membuka ruang bagi warga Medan Kota dan Medan Area menyampaikan persoalan pengangkutan sampah sekaligus mendorong pembentukan Bank Sampah di lingkungan.

Suasana sosialisasi Perda Pengelolaan Persampahan yang menjadi ruang warga menyampaikan persoalan sampah, pengangkutan dan kebutuhan Bank Sampah di lingkungan mereka. (13/9/2026). (langgamnews.com/Foto: Ist)

Warga Minta Bank Sampah Dibentuk

Dalam forum tersebut, warga tidak hanya menerima sosialisasi mengenai aturan pengelolaan sampah. Sejumlah persoalan teknis di lingkungan turut disampaikan kepada pihak yang hadir.

Sri Sukarni, salah seorang warga, mengungkapkan kebutuhan akan fasilitas Bank Sampah di wilayahnya. Menurutnya, keterbatasan tempat untuk menabung atau mengelola sampah menjadi salah satu kendala masyarakat yang ingin memilah sampah bernilai ekonomi.

“Selama ini kesulitan kami memang tempat menabung sampah. Semoga tahun ini harapan itu tercapai dan mohon bantuan Pak Fauzi,” harapnya.

Usulan tersebut kemudian mendapat penjelasan dari Direktur Utama Bank Sampah, Indra Pohan. Ia menyebut pembentukan Bank Sampah dapat diawali dari kelompok warga yang memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah.

“Kalau sudah ada beberapa kumpulan sudah bisa dibentuk buk. Pilih di mana lokasinya, jika sudah sesuai infokan ke saya biar dibantu. Sementara sampah kalau tidak diangkut-angkut, laporkan pak ke kepala lingkungan (kepling) atau foto laporkan ke saya biar cepat ditindaklanjuti,” katanya.

Dengan pola tersebut, pengelolaan sampah diharapkan dapat dimulai dari tingkat lingkungan. Warga dapat mengorganisasi diri, menentukan lokasi dan kemudian mengembangkan sistem pengumpulan sampah yang masih mempunyai nilai ekonomi.