Bukhori memohon kepada Gubsu agar jembatan dibangun permanen dan dapat dilalui kendaraan roda empat atau lebih, demi kelancaran pengangkutan hasil bumi dan pendidikan anak-anak. Menurutnya, pabrik kelapa sawit di Alur Gadung terpaksa memutar sejauh 13–14 km karena truk tidak bisa melintas, yang menyebabkan biaya logistik meningkat.
Alfi Fadillah, siswi SMPN 1 Padang Tualang, juga menjadi korban, ia pernah terpeleset di jembatan licin dan mengalami luka parah.
“Jembatannya berembun, saya cepat-cepat ke sekolah, kepleset, mata kiri lepas, jidat robek,” kisah Alfi sambil menahan air mata.
Ia memohon kepada Bobby Nasution agar jembatan segera direnovasi agar lebih aman bagi pelajar dan pengguna jalan lainnya.
Kepala SMPN 1 Padang Tualang, Awaluddin MM, membenarkan bahwa banyak siswanya berasal dari Alur Gadung, dan sering terlambat karena harus menunggu giliran menyeberang.
“Jembatan sempit, satu arah saja, anak-anak terlambat terus, bahkan pernah ada yang kecelakaan. Kami mohon agar Gubernur bantu perbesar jembatan ini,” kata Awaluddin.












