DELI SERDANG, langgamnews.com – Dugaan adanya peredaran narkoba di Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan atau Rutan Tanjung Gusta kembali menjadi perhatian setelah seorang ibu pengunjung tahanan mengaku mendengar keluhan dari anaknya yang sedang menjalani masa tahanan di dalam rutan tersebut.
Perempuan berinisial RT itu ditemui tim media di sekitar kawasan Rutan Tanjung Gusta, Desa Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (17/5/2026) siang. Saat itu, RT terlihat menangis setelah keluar dari area kunjungan tahanan.
Melihat kondisi tersebut, wartawan kemudian mencoba menanyakan penyebab dirinya menangis.
“Selamat siang ibu, kenapa ibu menangis? Ibu dari mana?” tanya tim media kepada RT.
RT kemudian mengaku baru selesai menjenguk anaknya yang kini sedang menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan.
“Saya baru menjenguk anak saya di dalam,” ujar RT.
Dalam keterangannya, RT menyebut anaknya merasa takut terkena dampak razia akibat dugaan adanya narkoba di dalam lingkungan rumah tahanan.
“Anak saya mengeluh karena ada narkoba di dalam. Karena sering razia dia takut kena imbasnya. Anak saya rajin salat di dalam karena dia mau bebas,” katanya.
Selain itu, RT juga menyampaikan beberapa nama yang menurut pengakuannya berkaitan dengan informasi yang disampaikan sang anak. Namun hingga kini, informasi tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen.
“Katanya dari kamtib keamanan. Nama kamtib-nya Sulaiman dan Gogo, dia kamtib bapak Kadipa Agung,” ucap RT.
RT juga mengaku dirinya berasal dari kawasan Tembung, Kabupaten Deli Serdang.
Rekaman percakapan antara RT dan tim media kemudian diserahkan kepada redaksi sebagai bahan pendalaman serta dasar konfirmasi kepada pihak terkait.
Dalam rangka menjalankan prinsip keberimbangan sesuai Kode Etik Jurnalistik, wartawan menghubungi humas Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (20/5/2026).
Saat dikonfirmasi, pihak humas meminta agar komunikasi dilakukan lewat pesan teks karena tidak dapat membuka file audio.
“WA aja pak, ga bisa kirim audio, HP ini ga bisa dibuka suara audio,” tulis humas rutan.
Wartawan selanjutnya mengirimkan transkrip isi percakapan untuk meminta penjelasan resmi terkait dugaan yang berkembang.
Menanggapi hal tersebut, humas rutan mempertanyakan bukti atas informasi yang disampaikan dalam percakapan tersebut.
“Buktinya ada pak?” tulis humas rutan.
Wartawan lalu menjelaskan bahwa media memiliki rekaman suara dan konfirmasi dilakukan demi menjaga keberimbangan pemberitaan.
“Rekaman suara itu pak. Makanya kami konfirmasi ke orang bapak agar berimbang pak,” jawab wartawan.
Dalam balasan berikutnya, pihak humas menegaskan bahwa nama yang disebut dalam percakapan tidak dikenal di lingkungan rumah tahanan.
“Bukti yg dia blg lho pak, jgn cuma omongan aja. Semua bisa berbahasa bgini, tp bukti tidak ada. Nama Sulaiman dan Gogo tdk ada. Terimakasih infonya ya pak, semoga kta bisa berkawan,” tulis humas rutan.
Menanggapi pernyataan itu, wartawan menilai keterbukaan akses komunikasi antara media dan lembaga pemasyarakatan penting untuk menjaga transparansi informasi kepada masyarakat.
“Kalau berkawan ya semuanya kita kawani pak. Bukalah pintu akses komunikasi yang baik dan seluas-luasnya pak,” balas wartawan.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada bukti resmi maupun keterangan aparat penegak hukum yang memastikan adanya praktik peredaran narkoba di dalam Rutan Tanjung Gusta. Informasi yang berkembang saat ini masih dalam tahap konfirmasi dan penelusuran lebih lanjut.












