AMSUB juga menekankan pentingnya independensi gerakan mahasiswa. Pengawasan terhadap kekuasaan, dalam pandangan aliansi, tidak semestinya dibatasi oleh kepentingan kelompok maupun periode pemerintahan tertentu.
Sebelum merencanakan aksi Hari Pahlawan, AMSUB telah menggelar diskusi publik sekaligus deklarasi pada 20 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi untuk mengaktifkan kembali aliansi sebagai wadah bersama berbagai gerakan mahasiswa di Sumatera Utara.
Koordinator AMSUB, Akhmad Bukhori Pane, sebelumnya menjelaskan tujuan pengaktifan kembali organisasi tersebut.
“Aliansi ini diaktivasi ulang bukan untuk menambah catatan organisasi mahasiswa, tetapi untuk mewadahi seluruh gerakan-gerakan mahasiswa,” ujar Bukhori dalam kegiatan diskusi publik dan deklarasi AMSUB pada 20 Oktober lalu.
Konsolidasi itu kemudian diarahkan menuju gerakan terbuka melalui aksi massa. AMSUB ingin membawa berbagai persoalan yang menjadi pembahasan mahasiswa ke ruang publik sekaligus mendorong adanya respons dari pihak-pihak terkait.












