Lima tuntutan yang akan dibawa AMSUB dalam aksi tersebut yakni:
- Reformasi Polri.
- Supremasi Sipil.
- Pemulihan Bencana.
- Prabowo Turun.
- Copot Gibran.
Kelima agenda itu menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan AMSUB mencakup persoalan kelembagaan, penegakan prinsip demokrasi, penanganan bencana, hingga kepemimpinan nasional.
Tuntutan reformasi Polri dan supremasi sipil diarahkan pada pentingnya pembenahan institusi negara agar bekerja berdasarkan hukum, demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas. Sementara tuntutan pemulihan bencana menyoroti tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar serta pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Adapun seruan “Prabowo Turun” dan “Copot Gibran” merupakan tuntutan politik yang secara terbuka dicantumkan AMSUB dalam agenda demonstrasi. Keduanya menjadi bagian dari kritik aliansi terhadap kepemimpinan nasional.
Fattah menegaskan pentingnya menjaga daya kritis mahasiswa dan tidak bersikap pasif terhadap kebijakan publik. Kritik terhadap pejabat dan lembaga negara merupakan bagian dari pengawasan masyarakat dalam sistem demokrasi.












