Medan, langgamnews.com – Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Nasution Dohot Anak Boru (DPD IKANAS) Sumatera Utara periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Grand Mercure, Medan, Minggu (3/5/2026). H. Ir. Erwan Rozadi Nasution dipercaya menakhodai organisasi tersebut untuk lima tahun ke depan.
Pelantikan ini menjadi ajang konsolidasi besar keluarga Nasution yang tersebar di berbagai wilayah. Sejumlah tokoh penting hadir, termasuk Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Ketua Umum DPP IKANAS Saipullah Nasution, jajaran pengurus pusat dan daerah, serta tokoh adat dan masyarakat.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua, Erwan membuka dengan ungkapan syukur dan salam kepada seluruh undangan. Ia mengajak semua pihak memanfaatkan momentum tersebut sebagai titik awal penguatan organisasi.
“Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena pada hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat berkumpul dalam rangka pelantikan pengurus DPD IKANAS periode 2025–2030,” ujar Erwan.
Lebih jauh, Erwan menekankan bahwa marga Nasution memiliki nilai historis yang besar dalam perjalanan bangsa. Ia menilai identitas tersebut bukan sekadar garis keturunan, melainkan sumber kekuatan sosial yang harus diorganisir secara solid.
Menurutnya, persebaran keluarga besar Nasution di berbagai daerah perlu disatukan dalam wadah yang kuat agar mampu memberi dampak nyata. Ia pun mengingatkan seluruh pengurus yang baru dilantik untuk mengedepankan kebersamaan.
“Nasution itu ada di mana-mana. Maka setelah pelantikan ini, saya tegaskan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, kita harus bersatu, kita harus kompak, kita harus menjadi keluarga besar IKANAS di Sumatera Utara,” tegasnya.
Erwan juga menyinggung belum optimalnya pengelolaan potensi besar yang dimiliki komunitas Nasution selama ini. Ia mendorong kepengurusan baru untuk meninggalkan perpecahan lama dan membangun organisasi yang lebih progresif.
Ia turut mengangkat kontribusi sejumlah tokoh bermarga Nasution dalam sejarah Indonesia sebagai inspirasi generasi saat ini. Nama-nama seperti Willem Iskandar, Ida Loemongga Haroen Nasution, hingga Jenderal Besar AH Nasution disebut sebagai bukti kuatnya peran keluarga Nasution di berbagai bidang.
Menurut Erwan, warisan tersebut harus diterjemahkan dalam karya nyata di masa kini, terutama dalam mendukung pembangunan daerah.
“Saat ini Sumatera Utara dipimpin putra terbaik bermarga Nasution. Ini kelanjutan sejarah dari Sultan Muhammad Amin Nasution sebagai gubernur pertama Sumatera Utara. Karena itu, Nasution harus bersatu, harus kompak, dan hadir di garis terdepan dalam pembangunan ideologi, politik, ekonomi, dan sosial,” katanya.
Dalam arahannya, ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi merupakan bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan. Ia mengingatkan pentingnya solidaritas antaranggota.
“Jabatan ini adalah ladang amal. Berkerjalah dengan kasih sayang, persatuan, dan kebersamaan. Jangan saling menjatuhkan. Yang kuat menopang yang lemah, yang tahu membimbing yang belum tahu,” ujarnya.
Dari sisi organisasi, Erwan mengungkapkan bahwa struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IKANAS telah terbentuk di sejumlah daerah, di antaranya Medan, Deli Serdang, Batubara, Asahan, Labura, Labuhanbatu, Labusel, Tapanuli Selatan, dan Padang Lawas. Sementara itu, pembentukan di wilayah lain masih terus dipersiapkan.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan kuat untuk memulai babak baru organisasi dengan semangat persatuan.
“Mari kita tutup lembaran lama, kita buka lembaran baru dengan optimisme untuk kejayaan IKANAS Sumatera Utara. Kita harus bersatu, satu tujuan, satu keluarga,” pungkasnya.
Ketua Umum DPP IKANAS Saipullah Nasution dalam kesempatan tersebut menegaskan peran IKANAS sebagai wadah silaturahmi sekaligus kekuatan sosial yang harus memberi kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Kepada DPD IKANAS Sumut yang baru dilantik, semoga amanah ini bisa membawa IKANAS Sumut menjadi barometer bagi IKANAS pusat. Anggota harus berkontribusi aktif dan berpartisipasi positif dalam mendukung pembangunan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti pentingnya arah organisasi yang jelas serta konsistensi dalam pelaksanaan program. Ia menilai IKANAS memiliki modal kuat karena dibangun atas dasar ikatan kekerabatan.
“IKANAS hadir karena ikatan darah dan keturunan. Ini menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan visi yang jelas dan kontribusi nyata,” kata Bobby.
Dengan pelantikan ini, IKANAS Sumatera Utara diharapkan tidak hanya menjadi simbol persatuan keluarga besar Nasution, tetapi juga bertransformasi menjadi organisasi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.












