Hukum & Kriminal

Tragedi di Sungai Kualuh Hulu, Pemuda 28 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Arus

8
×

Tragedi di Sungai Kualuh Hulu, Pemuda 28 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Arus

Sebarkan artikel ini

Penyisiran selama beberapa hari oleh tim SAR gabungan membuahkan hasil; korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal hanyut pada Senin (16/2/2026).

Evakuasi korban hanyut dilakukan setelah tim menemukan jasadnya sekitar 500 meter dari titik awal insiden di Sungai Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara, 16/2/2026.
Evakuasi korban hanyut dilakukan setelah tim menemukan jasadnya sekitar 500 meter dari titik awal insiden di Sungai Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara, 16/2/2026. (langgamnews.com/Foto: Ist).

LABUHANBATU UTARA, dahsyatnews.com – Upaya pencarian terhadap seorang pemuda yang hilang saat menyeberangi Sungai Kualuh Hulu berakhir dengan kabar duka. Korban bernama Bambang (28), warga Kecamatan Kualuh Leidong, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Senin (16/2/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Sejak laporan diterima, tim SAR langsung mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian secara intensif.

Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (14/2), ketika korban bersama sejumlah rekannya beraktivitas di sekitar sungai. Saat mencoba menyeberang dengan cara berenang, korban diduga tidak mampu menghadapi derasnya arus sehingga terbawa aliran air.

Sebelum tim SAR tiba di lokasi, masyarakat sekitar telah lebih dulu melakukan pencarian secara mandiri. Namun hasilnya belum maksimal hingga akhirnya laporan resmi disampaikan kepada Basarnas. “Warga di lokasi sempat melakukan pencarian secara manual, namun belum membuahkan hasil. Kejadian kemudian dilaporkan kepada Basarnas Medan,” ujarnya.

Setelah menerima informasi tersebut, tim dari Pos SAR Tanjung Balai Asahan segera diberangkatkan. Metode pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet, disertai pemantauan di sepanjang bantaran guna memastikan tidak ada titik yang terlewat.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, BPBD, relawan, serta warga setempat. Sinergi antarinstansi tersebut dinilai efektif dalam mempercepat proses hingga korban berhasil ditemukan.

Usai proses evakuasi, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Basarnas menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Basarnas juga kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, khususnya pada musim hujan ketika debit air meningkat dan arus menjadi lebih kuat. “Kami juga mengingatkan orang tua agar selalu mengawasi anak-anak. Sungai bukan tempat bermain yang aman, khususnya saat kondisi air tinggi,” kata Hery.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan di area perairan terbuka. Kondisi arus yang tidak menentu dan perubahan debit air secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi mereka yang berenang tanpa pengamanan memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *