MEDAN, langgamnews.com – Upaya memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap steril dari penyalahgunaan narkotika kembali dilakukan melalui razia gabungan di Lapas Kelas I Medan pada Senin (6/4/2026) malam. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam merespons berbagai informasi yang sempat beredar di masyarakat.
Razia yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tersebut difokuskan pada penguatan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Dalam pelaksanaan yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB, petugas memeriksa sedikitnya 40 kamar hunian warga binaan. Beberapa di antaranya merupakan kamar yang sebelumnya menjadi sorotan dalam pemberitaan di media sosial.
Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, dengan melibatkan unsur lintas instansi, yakni Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, serta Satops Patnal Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara.
Penggeledahan dilakukan secara detail, mulai dari pemeriksaan fisik warga binaan hingga penelusuran isi kamar. Meski demikian, pendekatan yang diterapkan tetap mengedepankan sisi humanis. Kehadiran perwakilan warga binaan dalam proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keterbukaan.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya narkotika maupun tanda-tanda aktivitas peredaran barang terlarang. Temuan ini sekaligus menjawab isu yang sebelumnya berkembang dan tidak terbukti kebenarannya.
Selain razia, sebanyak 500 warga binaan turut menjalani tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya negatif dari penyalahgunaan narkoba. Proses ini diawasi langsung oleh pihak terkait sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Fonika Affandi menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan lapas yang bersih dan aman.
“Razia ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen dan respons cepat terhadap informasi yang beredar. Kami pastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, khususnya terkait narkoba,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan pengawasan serta kerja sama dengan aparat penegak hukum akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berlangsung kondusif tanpa adanya gangguan, serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih transparan dan akuntabel.












