ACEH TAMIANG, langgamnews.com – Dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang sejak akhir November hingga Desember 2025 masih dirasakan hingga awal tahun. Sejumlah warga dilaporkan belum dapat kembali ke rumah dan masih bertahan di tenda darurat akibat kerusakan hunian yang cukup parah, Minggu (2/1/2026).
Di tengah kondisi tersebut, bantuan kemanusiaan kembali disalurkan ke wilayah terdampak. Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sumatera Utara bersama Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabuddhi) dan Majelis Rohaniawan Tridharma Seluruh Indonesia (Matresia) Sumut turun langsung membawa bantuan bagi para korban.
Sebanyak 2.440 paket bantuan didistribusikan ke sejumlah titik, yakni Dusun Al Ihsan, Desa Kota Lintang Bawah, serta Desa Kampung Durian di Kecamatan Rantau. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga 1.000 Alquran, perlengkapan sekolah, serta 1.000 dus air mineral.
Ketua Permabudhi Sumut, Wong Chun Sen, menyampaikan bahwa kondisi warga masih membutuhkan perhatian bersama. “Masih banyak warga yang harus tinggal di tenda pengungsian setelah kehilangan rumah dan mata pencaharian. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan sosial ini menjadi bagian dari gerakan Relawan Medan Bergerak yang mengedepankan semangat gotong royong lintas iman dalam membantu korban bencana.
Dalam proses penyaluran, rombongan relawan dari Medan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur TNI, serta relawan kemanusiaan lainnya. Distribusi bantuan juga mendapat pengawalan dari Polisi Militer TNI untuk memastikan keamanan di lapangan.
Berdasarkan kondisi di lapangan, kerusakan rumah warga masih terlihat di beberapa lokasi. Banyak bangunan yang tidak lagi layak huni akibat terjangan banjir dan longsor, sehingga pemerintah daerah masih menyediakan tenda sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak.
Salah seorang warga Dusun Al Ihsan, Padlun, mengaku bantuan yang datang sangat membantu kebutuhan sehari-hari di pengungsian. “Kami bersyukur atas kepedulian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” katanya.
Selain distribusi logistik, relawan juga melakukan kegiatan pendampingan bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Kegiatan seperti bernyanyi dan bermain bersama dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma pascabencana.
Tokoh masyarakat Aceh Tamiang, Datuk Ibrahim Johar, turut memberikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan para relawan dari Sumatera Utara. “Bantuan ini sangat membantu warga kami. Semoga kebaikan ini dibalas dengan keberkahan,” ujarnya.
Permabudhi Sumut berharap kegiatan ini dapat mendorong kepedulian lebih luas dari berbagai pihak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.
Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah pengurus dan relawan, di antaranya Dr. Darmawan Yusuf, SH., SE., M.Pd., MH, Hendra Loei, Yenny, Effendy Johan, Rajin Coa, Jun Chai selaku penasehat hukum Permabudhi Sumut, serta Kendro, Asun, Aping, dan Rudi Hartono, S.Kom.












