Medan, langgamnews.com — Ketua Tim Advokasi Hukum PASTI Bobby Sumut, Dr. M. Sa’i Rangkuti, S.H., M.H., menyerukan agar momentum Hari Pahlawan 10 November dijadikan ajang refleksi nasional untuk memperkuat nilai kejujuran, persatuan, dan semangat pengabdian terhadap bangsa.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Dr. Sa’i yang juga merupakan tim hukum pemenangan Prabowo–Gibran 2024-2029, menyebut bahwa makna kepahlawanan tidak lagi terbatas pada perjuangan fisik, tetapi juga pada upaya membela kebenaran dan menegakkan keadilan di tengah masyarakat modern.
“Pahlawan masa kini adalah mereka yang berani jujur, berani memperjuangkan kebenaran, dan berani menolak ketidakadilan,” ujar Dr. Sa’i Rangkuti, putra sulung dari Almarhum H.M. Imballo Rangkuti, S.H. dan Almarhumah Dra. Nurlina Nasution, Senin (10/11/2025), di Medan.
Ia menjelaskan, perjuangan para pahlawan dahulu adalah untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan. Namun kini, tantangan yang dihadapi bangsa adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai moral dan kebangsaan di era globalisasi yang penuh godaan pragmatisme.
“Dulu pahlawan berperang dengan bambu runcing, sekarang kita berjuang melawan korupsi, hoaks, disinformasi, dan kemerosotan etika,” lanjutnya.
Sebagai tokoh hukum yang aktif dalam berbagai advokasi publik, Dr. Sa’i menekankan pentingnya menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu. Menurutnya, keadilan adalah fondasi utama dari sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.
“Kalau hukum bisa dibeli, maka kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan menjadi sia-sia. Karena itu, kita wajib menjaga marwah hukum agar tetap menjadi pelindung rakyat, bukan alat kekuasaan,” tegasnya.
Selain itu, Dr. Sa’i juga mengapresiasi perjuangan para pahlawan lokal dari Sumatera Utara yang telah banyak memberikan kontribusi besar terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menilai semangat mereka harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Anak muda hari ini harus punya jiwa pahlawan, yakni berani berbuat untuk bangsa, berani berkarya, dan berani membawa perubahan tanpa pamrih,” ucapnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, Dr. Sa’i mengajak seluruh masyarakat, terutama kalangan profesional dan aparatur pemerintahan, untuk menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Semangat kepahlawanan harus hidup dalam setiap kebijakan publik. Setiap keputusan yang diambil pemerintah harus berjiwa pengabdian, bukan kepentingan pribadi atau golongan,” tambahnya.
Sebagai tokoh hukum dan praktisi, Dr. Sa’i juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter dalam menumbuhkan semangat kepahlawanan sejak dini. Ia menilai, membangun bangsa yang kuat dimulai dari membentuk generasi yang berintegritas.
“Sekolah dan kampus harus menjadi ladang menanamkan nilai-nilai kepahlawanan — cinta tanah air, tanggung jawab, dan gotong royong,” katanya.
Menutup pesannya, Dr. Sa’i Rangkuti berharap semangat Hari Pahlawan 2025 menjadi pengingat bahwa perjuangan belum berakhir. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara, dalam kapasitas apapun, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan bangsa dan kedaulatan hukum.
“Pahlawan sejati bukan yang dikenang karena jabatan, tetapi yang dikenang karena pengabdian. Mari kita lanjutkan perjuangan mereka dengan karya nyata,” pungkasnya.




