Istri Kerasukan Ungkap Dugaan Pembunuhan Suami: Sebut Disiksa, Disebut Ada Perintah Orang Besar

Ki Ahmad Suhaidi saat diwawancarai di warungnya, menyatakan bahwa kerasukan itu mengandung 70 persen kebenaran dan terkait jin qarin yang menyampaikan pesan spiritual, Minggu malam, 13 Juli 2025 (langgamnews.com/Foto : Aris Sinurat).

Deli Serdang, langgamnews.com – Seorang istri diduga kerasukan arwah suaminya, mengungkap penyiksaan hingga pembunuhan berencana yang kini diselidiki Polsek Pagar Merbau.

Peristiwa ini terjadi Kamis sore, 10 Juli 2025, di Desa Sidodadi Batu Delapan, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang. Saat itu, Syakila Tri Adelia—istri almarhum Sawaludin—diduga kerasukan menjelang malam Jumat, di tengah silaturahmi keluarga.

Wartawan yang hadir menyapa dengan salam, lalu dijawab oleh Syakila yang mengaku sebagai Sawal. Ia menolak duduk karena mengaku lehernya sakit, lalu mulai berbicara dengan suara pelan namun penuh tekanan.

“Leherku sakit… Mau gini aja, Bang?” katanya. Ia lalu mengaku diculik dan dikeroyok oleh enam orang di dekat penjual ikan lele. Ia menyebut empat orang memukulnya, sisanya menyiksa.

Saat ditanya kapan kejadian terjadi, ia mengaku tidak tahu pasti, karena serangan datang dari belakang. Ia merasa diikuti sebelum kejadian, lalu tiba-tiba disergap.

Ia mengatakan disiksa secara brutal, dipukul dengan kayu dan besi panas, ditumbuk di mata, punggung diinjak, perut disundut, kepala dibentur batu, rambut dijambak, dan hanya memakai celana ponggol.

“Perutku dicucut pakai besi panas. Sakit…,” ujarnya. Ia juga mengaku jasadnya dibuang ke kilang setelah dibunuh dalam mobil pick-up. Tali dan besi panas disebut dibuang ke kolam dekat kilang.

Ia menyebut tak mengenali suara pelaku, namun hasil penelusuran gaib menyebut dua nama berinisial S dan R dari Desa Jati Rejo. Beberapa pelaku disebut telah kabur dari daerah itu.

Ia mengaku sering mengunjungi rumah pelaku secara gaib. “Saya sering datang ke rumah mereka, menelusuri,” katanya sambil menangis. Ia ingin agar kasus ini terungkap dan pelakunya ditangkap.

“Aku enggak punya masalah sama mereka. Aku dituduh tanpa alasan,” ucapnya. Ia juga khawatir keluarganya jadi target. “Aku takut anakku kenapa-kenapa. Cukup aku saja,” pintanya.

Wartawan dan keluarga korban berjanji menjaga keluarga almarhum. Percakapan ditutup dengan permintaan agar arwah keluar demi kondisi fisik Syakila. “Aku percaya. Kalian bantu saya,” ucapnya.

Kasus ini masih ditangani oleh Polsek Pagar Merbau. Pihak keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum berat. Mereka menuntut keadilan atas kematian Sawaludin.

Menanggapi kejadian kerasukan itu, Ki Ahmad Suhaidi—pakar tasawuf dan supranatural—memberi pandangan spiritualnya pada Minggu malam, 13 Juli 2025, di warung miliknya di Jalan Tirta Deli, Gang Kamboja, Tanjung Morawa.

“Iya, saya lihat video itu. Saya amati, saya resapi dalam batin. Itu 70 persen kebenaran,” katanya. Ia menjelaskan, 30 persen lainnya adalah kesadaran manusia yang masih tersisa dalam tubuh Syakila.

Menurutnya, yang masuk ke tubuh adalah jin qarin, pendamping manusia sejak lahir. Ia menyebut jin qarin almarhumlah yang menyampaikan pesan melalui tubuh Syakila.

“Jin qarin itu milik almarhum, yang dibunuh. Dipakai untuk menyampaikan suara dan cerita,” jelasnya. Ia menduga ada kekuatan besar di balik kejadian ini.

“Dugaan saya, ada semacam perintah. Ada yang takut rahasia besar terbongkar,” ucap Ki Ahmad. Ia menilai ada intervensi dan tekanan dalam pengungkapan kasus tersebut.

Penulis: A SinuratEditor: Cut Riri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *