Sumatera Utara

Antrean BBM Mengular, Wong Chun Sen Minta Pertamina Buka Penyebab dan Perbaiki Distribusi di Medan

×

Antrean BBM Mengular, Wong Chun Sen Minta Pertamina Buka Penyebab dan Perbaiki Distribusi di Medan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan yang berdampak pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat pada Selasa (14 Juli 2026). (langgamnews.com/Foto: Ist).

MEDAN, langgamnews.com — Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan pada pertengahan Juli 2026 memicu kemacetan dan keluhan masyarakat. Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan yang meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera memberikan penjelasan terbuka.

Sorotan itu muncul di tengah gangguan distribusi BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Pemerintah Kota Medan pada 15 Juli 2026 juga mendatangi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk meminta kepastian mengenai penyebab antrean dan langkah penanganannya.

Wong meminta Pertamina memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan distribusi ke SPBU berjalan normal. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai penyebab antrean agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi keresahan.

“PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut harus memastikan ketersediaan pasokan BBM di Sumatera Utara dan menjamin tidak terjadi kelangkaan. Antrean panjang di sejumlah SPBU harus segera diatasi agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” tegas Wong, Selasa (14/7/2026).

DPRD Minta Pertamina Transparan

Wong menilai persoalan antrean BBM perlu dijelaskan secara terbuka, terutama karena dampaknya tidak hanya dirasakan pengendara, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi.

Ia meminta Pertamina memastikan pendistribusian BBM ke seluruh SPBU di Sumatera Utara berjalan sesuai kebutuhan.

“Sebagai Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, saya meminta PT Pertamina Sumbagut menjamin pasokan dan pendistribusian BBM aman hingga ke seluruh SPBU,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemko Medan menyebut Pertamina pernah menjelaskan bahwa gangguan distribusi berkaitan dengan kendala teknis operasional, termasuk pergantian sejumlah sopir mobil tangki. Namun, setelah target normalisasi pada 10 Juli 2026, antrean di lapangan masih terjadi dan sejumlah SPBU bahkan dilaporkan sempat kehabisan pasokan.

Pada perkembangan berikutnya, Pertamina menyatakan stok BBM di Sumatera Utara tetap aman dan berupaya mempercepat penyaluran ke SPBU. Pertamina juga menyebut adanya peningkatan kebutuhan BBM yang memerlukan penyesuaian kapasitas angkutan dan ritase mobil tangki.

Soroti Pasokan Solar

Wong juga meminta Pertamina mengambil langkah preventif untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi. Ia secara khusus menyoroti keluhan mengenai ketersediaan BBM jenis solar di sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Menurutnya, distribusi BBM harus dijaga agar tidak menimbulkan gangguan terhadap mobilitas masyarakat maupun kegiatan perekonomian.

Ia juga mendorong Pertamina berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan persoalan distribusi dapat segera diselesaikan dan pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

Minta Penimbunan Ditindak Jika Terbukti

Selain persoalan distribusi, Wong meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan apabila ditemukan bukti adanya praktik penimbunan BBM oleh pihak tertentu.

“Apabila ada spekulan yang sengaja menimbun BBM demi mengambil keuntungan, aparat penegak hukum harus bertindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Keluhan mengenai antrean BBM di Medan juga mendapat perhatian Ombudsman Sumatera Utara. Lembaga tersebut menyatakan menerima pengaduan masyarakat terkait antrean panjang dan meminta gangguan pelayanan serta distribusi segera ditangani.

Penulis : Ismail
Editor : Elvirahmi Tanjung