PT Timbang Langsa Kerahkan Alat Berat Perangi Sampah Pasca Banjir di Jalan Medan–Banda Aceh

Cegah Wabah Penyakit, Perusahaan Sawit Turunkan Personel dan Bechoe Loader di Sejumlah Titik Kota Langsa

Alat berat Bechoe Loader milik PT Timbang Langsa dikerahkan bersama personel DLH Kota Langsa saat aksi pembersihan sampah dan lumpur pascabanjir di Jalan Prof. A. Majid Ibrahim No. 99, Kampung Sungai Pauh, tepat di samping Rumah Sakit Ummi, Kota Langsa, Senin (22/12/2025). (langgamnews.com / Foto : Istimewa).

Langsa, Langgamnews.com – PT Timbang Langsa kembali mengerahkan alat berat bersama personel relawan dalam aksi “Perang Sampah” di kawasan badan Jalan Medan–Banda Aceh (Prof A. Majid Ibrahim), Kota Langsa, Senin (21/12/2025).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan perkebunan sawit itu dalam membantu pemulihan lingkungan pascabencana banjir dan longsor hidrometeorologi Aceh 2025, sekaligus upaya pencegahan potensi wabah penyakit akibat timbunan sampah dan lumpur sisa banjir.

Berdasarkan pantauan media ini sejak fajar menyingsing, Manajer PT Timbang Langsa, Mujiluddin, kembali menurunkan alat berat jenis Bechoe Loader Case bersama sejumlah karyawan untuk membersihkan sisa puing genangan banjir di sepanjang badan Jalan Medan–Banda Aceh, khususnya di wilayah Gampong Matang Seulimeng dan Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat.

Aksi pembersihan tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Sampah bercampur lumpur terlihat menumpuk di kiri dan kanan badan jalan, berpotensi menimbulkan bau, debu, serta gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar maupun pengguna jalan.

Kegiatan “Perang Sampah” ini dipimpin oleh Danru Satpam PT Timbang Langsa, Jaka Lesmana, bersama Hatta Putra Lubis, Supratman, serta sejumlah karyawan perusahaan yang terlibat sebagai relawan.

Salah seorang relawan PT Timbang Langsa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi lingkungan pascabanjir.
“Sisa puing genangan banjir sekarang sudah menjadi timbunan sampah bercampur lumpur. Kondisi ini sangat dikhawatirkan bisa menjadi sumber wabah penyakit,” ujarnya.

Ia menambahkan, lumpur yang telah mengering juga berubah menjadi debu yang bercampur sampah, sehingga mengganggu jarak pandang pengendara dan membahayakan keselamatan lalu lintas.
“Lumpur dan sampah ini sudah sangat meresahkan pengguna jalan yang melintas Kota Langsa. Atas perintah atasan, kami turun sebagai relawan untuk membersihkannya,” katanya.

Saat dikonfirmasi awak media, Manajer PT Timbang Langsa, Mujiluddin, membenarkan bahwa pihaknya kembali menurunkan alat berat dan personel perusahaan untuk membantu pembersihan tersebut.

“Benar, kami mengerahkan Bechoe Loader Case bersama karyawan untuk membersihkan sampah dan lumpur yang membahayakan masyarakat luas,” kata Mujiluddin.

Menurutnya, dengan kondisi lumpur dan puing pascabanjir yang cukup parah, proses pembersihan tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat.
“Untuk pembersihan sisa puing dan lumpur akibat banjir dan longsor hidrometeorologi ini, paling cepat membutuhkan waktu sekitar tiga hari,” ungkapnya.

Mujiluddin juga mengungkapkan bahwa sejak awal terjadinya banjir di Kota Langsa, PT Timbang Langsa telah mengambil langkah tanggap darurat dengan mendirikan dapur umum, membagikan makanan siap saji, serta menyalurkan bantuan sembako kepada warga di sekitar area perkebunan.

“Selain itu, kami juga menjadi relawan perdana bersama anggota Kodim 0104 Aceh Timur dalam membersihkan lumpur dan puing banjir di RSUD Langsa,” ujarnya.

Ia berharap, keterlibatan perusahaan melalui pengerahan alat berat dan personel ini dapat mempercepat pemulihan lingkungan pascabencana.
“Kami berharap masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal setelah lingkungan bersih dan aman,” tutup Mujiluddin, Manajer Kebun PT Timbang Langsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *