Yazid mengatakan, posisi duduk tersebut bukan merupakan bentuk hukuman akibat pengaduan dugaan bullying.
Menurut dia, siswa tersebut sebelumnya dinilai kerap mengganggu teman ketika berada di kelas. Karena alasan itu, guru olahraga disebut memindahkan posisi duduk siswa tersebut ke bagian depan.
“Dia suka nganggui kawan, Pak. Makanya dipindahkan dia ke depan,” ujar Yazid, mengutip keterangan yang diterimanya dari pihak terkait di sekolah.
Setelah mengetahui posisi duduk tersebut, Yazid kembali berbicara dengan siswa yang bersangkutan. Ia meminta siswa itu memperbaiki perilakunya dan memastikan apakah masih ingin melanjutkan pendidikan di MIS Miftahul Jannah.
“Abang mau berubah enggak? Masih mau sekolah di sini? Dia jawab masih, Pak,” kata Yazid.
Dalam percakapan tersebut, Yazid mengaku menyampaikan peringatan kepada siswa agar mau mendengarkan nasihat dan memperbaiki perilakunya.












